ck

Finally setelah beberapa bulan vakum (eaa), i'm come back. Cerita klasik. Dengan Oppaku yang cute sebagai pemeran utamanya. Semoga tetap ada yang suka. Entah kenapa sehabis baca ff dia malh bikin kangen sosoknya aja. Oke langsung aja.
Cast: Cho Kyuhyun, Park Hyerin. And other cast.
Length: 1/?
Genre: Romantice, Young Adult, Hurt, Time Traveler, Fantasy

Seoul 2016

Hyerin menaiki tangga apartmennya dengan gontai. Sudah seminggu sejak ia berhenti bekerja di Shin Design, dan melamar kerja di berbagai tempat, belum ada satupun yang memberikan jawaban padanya.
Hyerin berhenti ditangga terakhir. Wajahnya panik melihat seorang ahjuma mondar-mandir didepan pintu apartmennya.
'Gawat, Song ahjumma pasti mau menagih uangnya. Apa yang harus kulakukan?' batinnya. Tanpa pikir panjang ia memutar langkahnya dan kembali menuruni tangga yang baru saja ia naiki.

Iklan

The Last Hunter Part 10 End | Fantasy FanFiction

DOR!!!

Terdengar bunyi letusan pistol. Tiffany memejamkan matanya.

''Hahaha,'' tawa Han Sung sumbang
Tiffany mengerjap, ia masih hidup.

''KYUUU!!!!'' pekiknya pilu melihat Kyuhyun tergeletak tak bergerak.
''Andwe! Kyu..'' panggilnya.

Ratu tersenyum menatap mereka berdua. Ratu mendekati Tiffany.
''K..kau mau aa..pa??'' tanya Tiffany sambil mundur, Han Sung sudah tidak menodongnya lagi.
''Penembus mimpi,'' bisik ratu lalu menyentuh pipi Tiffany.

SLEP
Tiffany terdiam, pandangannya kosong. Tiffany berhasil dipengaruhi ratu dan ikut merapal mantera.
*

Tiffany berbaris di antara penyihir lainnya, di kota Seoul yang dipenuhi semak belukar. Seperti ilusi pada Kyuhyun tadi.

Simbol kembali bercahaya. Dan segumpal kepompong di pohon wabah merekah.

Ribuan. Tidak, bahkan ada jutaan atau milyaran lalat berdengung menyerbu ke angkasa.
Menerobos pecah kaca-kaca di sekitar. Simbol di apartmen Kyuhyun lenyap.
*

Kyuhyun membuka matanya. Terang dan menyilaukan. Ia mengerjap.
''Appa…
Kyuhyun memperhatikan dua orang yang mendekatinya.

Kyuhyun tersenyum, menarik mereka ke pelukkannya.
''Apa, nan bogoshipo,''
''Yeobo,'' panggil Na Young.
''Shin Hye, Na Young, nado bogoshipo,'' bisik Kyuhyun.

''Appa, yeobo, kembalilah,'' ujar mereka serempak pada Kyuhyun lalu melepaskan pelukkannya.
''Tugasmu belum selesai, dunia masih membutuhkanmu, pergilah..'' tutur mereka lalu menjauh dari Kyuhyun hingga perlahan lenyap
*

Ratu tersenyum puas, ia mendekati Han Sung. Han Sung segera berlutut.
''Ratuku, berikan aku hadiahmu,''
''Apa yang kau inginkan?'' tanya Ratu padanya.
''Jadikan aku penyihir seutuhnya. Berikan aku sihirmu,'' pinta Han Sung
''Tch. Tanah takkan bisa berubah menjadi emas. Sekali manusia takkan bisa menjadi penyihir,'' sinis ratu sambil menyentuh tangan Han Sung.

Han Sung terkesiap kaget. Ia terbelalak menatap ratu. Ratusan lalat menyerbu dirinya.
''Arrrggghh!!!'' teriak Han Sung kesakitan.

Perlahan tubuhnya mengering, bagaikan tulang dan kulit tanpa daging. Han Sung tewas.
**

Kyuhyun mengerjap, setengah sadar ia mengeluarkan tiga bongkah batuan pemanipulasi cuaca. Menjatuhkannya ke genangan air disisinya.

Ratu tertawa mengerikan melihat Han Sung tewas. Ia bersiap berteleportasi. Mengucap mantera, perlahan akar sihirnya menyelimuti dirinya.

BLARR!! DUAR!!

Batu-batu yang dijatuhkan Kyuhyun ke air meledak. Kyuhyun bangkit, segera meraih pedangnya.
''Demi besi dan api,'' bisiknya lalu melempar pedangnya menembus ledakan air yang tercipta dari manipulasi cuacanya.
Ratu mempercepat teleportasinya, tapi..

CRASH!
''ARGH!''

Pedang Kyuhyun menancap di perutnya. Akar teleportasinya menghilang. Ratu berteriak kesakitan lalu perlahan terbakar menjadi abu. Kyuhyun terpental, terbaring, cahaya merah melesat menyelimuti dirinya lalu Kyuhyun terdiam.

Lalat-lalat yang berdengung di langit yang menghitam seperti awa mendung meluruh. Mati dan terjatuh ke tanah. Menutupi kota Seoul dengan mengerikannya.

Tiffany terengah, tersadar lalu terjerembab ke tanah. Ia memandang di hadapannya dengan tak percaya.
''Kyu,'' panggilnya sembari tertatih mendekati tubuh Kyuhyun yang tak bergerak.
''Kyu.. Ireonna. Palli ireona,'' panggil Tiffany sembari menggoyangkan tubuh Kyuhyun. Kyuhyun tetap bergeming.

''Kyu,'' lirih Tiffany lalu menangis kencang. ''Jangan pergi,''

Kyuhyun terengah jua. Ia tersadar dan menarik napasnya. Ia memandang Tiffany dengan ramah. Goresan luka di pipi Kyuhyun perlahan menghilang. Kyuhyun meraba pipinya dengan takjub.

Kyuhyun bangkit dari tanah, lalu mendekati tubuh ratu yang menjadi abu. Kyuhyun menarik pedangnya dari abu ratu. Ia mengais sebuah jantung yang berdetak. Bersiap menusuk jantung itu.

''Andwe Kyu!'' larang Tiffany.
''Kau akan mati Kyu, jangan lakukan itu,''
''Tak apa Tiffany-ssi. Aku sudah menunggu saat seperti ini,'' bantah Kyu.
''Jangan Kyu. Saat di mimpi aku melihat dunia ini gelap. Dunia membutuhkanmu Kyu,'' lirih Tiffany.
''Aku membutuhkanmu Kyu,'' lanjutnya.

''Tidak Tiffany-ssi, kau tidak tahu rasany hidup ribaun tahun sen..
''Mulai sekarang aku akan menemanimu. Kau takkan sendiri,'' potong Tiffany sambil menyentuh tangan Kyuhyun. ''Lagipula kau masih berhutang 500.000won padaku,'' lanjut Tiffany sambil tertawa.
''50.000won,'' Kyuhyun tersenyum
''Apa sekarang kita sedang bernegosiasi?'' tanya Tiffany.
*

Pagi yang indah, Kyuhyun keluar dari apartmennya.
''Apa kau sudah siap pergi Mr. Cho?''
''Kemanapun, Nona,''
Tiffany tertawa lalu menggamit Kyuhyun masuk ke mobilnya
*

Epilog:
Brankas Kyuhyun terkunci rapat. Tersengar suara dari dalamnya.

DEG! DEG! DEG!
*

END

notes: Kya.. Selesai juga. Harusnya kemaren udahan, tapi gegara nyari sesuatu sampe lupa nulisnya. Hehe. Ckck
Disclaimer: Tokoh milik diri mereka sendiri dan penciptanya, jalan cerita meremake dari filmnya Van Diesel, dengan tambahan dan sedikit perubahan dari saya. Tulisan ini milik saya. Terima kasih atas kunjungan anda. Sampai jumpa di next story 😀 🙂

The Last Hunter Part 9 | Fantasy FanFiction

Kyuhyun berlari menuju sentinel, monster yang digerakkan dengan remote chip yang akan menangkap tahanan sesuai perintah takkan melepaskan tahanan. Kyuhyun mengeluarkan pedang dari punggungnya menyerbu. Sentinel meraung menerjang Kyuhyun yang menghalanginya. Kyuhyun menebas tapi terelakkan. Sentinel membanting Kyuhyun, lalu kembali menuju arah Tiffany dan Wu Yifan.
Kyuhyun melompat, menusuk punggung sentinel.

BRAK
Sentinel pecah berkeping-keping. Kyuhyun menatap waspada. Kepingan monster itu kembali menyatu. Menyepak Kyuhyun yang lengah lalu kembali berlari.
Kyuhyun mengatus nafasnya, melompat naik ke punggung sentinel. Menusukkan pedangnya. Sentinel hampir mendekati Tiffany. Kyuhyun menatap Han Sung. Han Sung menggunakan punggungnya menutupi Tiffany.
Kyuhyun menahan nafasnya, merogoh punggung sentinel, mengeluarkan chipnya.

BRAK
Sentinel kembali pecah, berhamburan di sekitar mereka. Kepingan sentinel kembali akan menyatu. Kyuhyun menginjak chipnya. Sentinel ambruk tak bergerak lagi.

Kyuhyun mendekati Han Sung.
''Kau jaga Tiffany. Jika ia terluka didalam sana, bangunkan ia dan bawa ia pergi dari sini,'' perintahnya.
Han Sung mengangguk patuh.

Kyuhyun meninggalkan mereka, menuju arah mereka datang. Sinar mentari pagi mulai terlihat dan menembus masuk ke dalam. Kyuhyun tertegun, menyaksikan sinar putih semakin mendekati dirinya.

Kyuhyun berada di antara ilalang. Kota Seoul! Terlihat mengerikan dengan semak belukar, tak ada tanda-tanda kehidupan disana.

''Penembus mimpi hanya mampu menunjukkan masa lalu Cho Kyuhyun!''
Kyuhyun berbalik, ratu menyeringai berjalan di antara ilalang.
''Hanya aku yang mampu menunjukkan masa depan. Manusia akan tamat. Kalian mahkluk tak berguna akan habis. Aku menang Cho Kyuhyun. Hahaha,'' tawanya sesumbar.
''Not yet!'' desis Kyuhyun maju menyerbu ke arah ratu dengan pedangnya.

SRET
Kyuhyun menebas angin, ratu menghilang berpindah ke belakangnya.
BUG
Ratu memukul Kyuhyun. Kyuhyun tersungkur. Kyuhyun segera bangkit, menusuk Ratu kembali, rtau berkelit menghindar.
Kyuhyun menyergap ratu, membantingnya, bersiap menusuknya.
Tiba-tiba ratu berubah menjadi ribuan kupu-kupu.

Kyuhyun kembali berada di lorong tempat tadi ia berada. Kyuhyun memegang senjatanya erat, waspada. Menatap berkeliling.

CRASH

Ratu tiba-tiba muncul, mencakar wajah Kyuhyun. Kyuhyun mengaduh kesakitan. Kyuhyun menggeram, ia menuangkan cairan ke pedangnya lalu membakarnya. Kyuhyun maju ke arah ratu menebasnya.

SRET! CRASH!

Ratu limbung, terbanting ke tanah.
Ia menyeringai mengejek Kyuhyun.
''Kau masih saja berpatokkan dengan sifat manusiamu. Menyedihkan,'' sinisnya.
*

Tiffany mengerjap. Ia masuk ke pikiran Wu Yifan. Ia berjalan hati-hati. Sebuah tempat mengerikan yang dipenuhi akar melintang.

Tiffany mengeluarkan pisaunya. Ia melihat Wu Yifan sedangn terduduk bersila merapal mantera.

Tiffany mengendap, hati-hati. Mengangkat pisaunya, lalu..

BRAK! BUGH!

Tiba-tiba Wu Yifan menghindar dan menyerang Tiffany. Tiffany berkelit, melawan Wu Yifan. Wu Yifan menyeringai. Ia tak menghentikan rapalan manteranya. Ia membanting Tiffany. Menekan pergelangan tangan Tiffany. Tiffany berusaha meraih pisaunya yang terlempar.

KRAK! JLEB!
Ia memelintir tangan Tiffany. Mengambil alih pisau dan menusuk telapak tangan Tiffany. Tiffany berteriak kesakitan.

Han Sung memperhatikan tubuh Tiffany. Ia melihat tangan Tiffany berdarah.

Tiffany meringis kesakitan. Dengan sebelah tangannya ia meraih sebatang kayu saat Wu Yifan lengah. Dengan sisa tenaganya ia menghantam kepala Wu Yifan.
Wu Yifan tak sempat melawannya. Tiffany memukulnya membabi buta hingga Wu Yifan tersungkur, terdiam tak bergerak.

Tiffany menarik nafanya. Mengerjapkan matanya kembali ke tubuhnya. Tubuh Wu Yifan terkulai di hadapannya. Han Sung memandangnya dengan lega.
*

Salah satu simbol di dinding apartmen Kyuhyun meredup. Tampak segumpal kepompong di pohon wabah yang terlihat saat mereka masuk bercahaya lalu gelap.

*

''Aku tak memperdulikannya. Ini hidupku!''
''Kau tahu apa keuntungannya hidup abadi?'' tanya Kyuhyun pada ratu yang tak bisa bergerak di tanah.
''Aku bisa membunuhmu dua kali!'' ucap Kyuhyun mengangkat pedangnya tinggi, bersiap menusuk Ratu.

''TUNGGU!!''

Kyuhyun tersentak. Han Sung menyeret Tiffany sambil menodongkan pistol kekepala Tiffany.

''Jauhi ratuku. Lepaskan dia! Atau aku akan membunuhnya!'' ancam Han Sung.
''Jangan Kyu-ssi. Bunuh dia aku tak apa-apa,'' pinta Tiffany sambil berusaha melepaskan dirinya dari Han Sung.

Kyuhyun menatap ragu Tiffany.
''Kau pengkhianat Han Sung!'' geram Kyuhyun.

''Aku bukan pengkhianat. Saat dulu kau menolongku dari penyihir, mereka tidak membunuh orang tuaku. Merekalah orangtuaku. Aku penyihir tapi tak memiliki kemampuan sihir. Karena itu aku membencimu Kyu. Kau membunuh orangtuaku. Aku akan membalasmu dengan ini!'' seru Han Sung.

Ratu mengambil kesempatan Kyuhyun saat lemah.

BRAK!!
Ia membanting Kyuhyun ke tanah.

''Kyu..'' panggil Tiffany.

TBC

The Last Hunter Part 8 | Fantasy FanFiction

Sungmin menuang tanah kuburan yang ia bawa. Menumpuknya diantara dua pohon besar serupa gerbang. Terlihat beberapa tengkorak disana. Ia mengeluarkan sebuah jantung yang berdetak. Menimbunnya di bawah tanah. Lalu merapal mantera.

Bulan purnama sudah muncul. Perlahan kerangka di tanah itu menyatu, akar aneh muncul dari tanah. Melekatkan dan menutupi kerangka tersebut ke pohon. Sungmin tersenyum puas.
Simbol-simbol di apartmen Kyuhyun mulai bercahaya.
*

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kencang. Tak lama ia tiba di Seoraksan. Ia menemukan tempatnya. Kyuhyun tak menemukan siapapun disana.
Kyuhyun mendekati pohon yang dililiti akar. Menyibaknya sedikit, lalu..

''Lama tak berjumpa Cho Kyuhyun,''
Kyuhyun tersentak melangkah mundur. Tiba-tiba Sungmin muncul.
DOR
Sungmin menembak Kyuhyun. Kyuhyun terhuyung ke belakang, bahunya terluka. Kyuhyun meraih pisaunya, lalu
JLEB
Menancap di leher Sungmin. Kyuhyun tak menyadari Ratu yang telah di bangkitkan di belakangnya meraih dirinya. Sungmin tersenyum sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

''Argh!!'' jerit Kyuhyun. Ratu menembus dada Kyuhyun, seperti saat ia mengutuknya dulu.
''Keabadian bukan milikmu. Keabadian itu milikku Cho Kyuhyun. Kau hanya menyimpannya untukku, hahaha,''
Ia mengangkat Kyuhyun, lalu melemparkannya ke tanah. Ratu mendapatkan keabadiannya kembali. Ia menyibak akar yang membungkusnya lalu keluar.

''Kau masih saja lemah Cho Kyuhyun. Aku tak akan membiarkan kalian manusia hidup dengan tenang.''
''Cih. Seharusnya kau berterima kasih denganku. Aku bisa saja menghabisi kalian semua. Aku sudah memperhitungkan semua ini.'' ujar Kyuhyun berusaha bangkit.
''Kau takkan bisa Cho Kyuhyun! Tidak akan!!'' teriak Ratu lalu mengucap mantera. Sekumpulan lalat beterbangan merubungi Kyuhyun. Kyuhyun berusaha meraih pistolnya.
DOR!

Kyuhyun menembak angin. Ratu sudah menghilang.
*

Kyuhyun kembali ke apartmennya. Tiffany menatapnya dengan khawatir. Kyuhyun mengeluarkan senjata dan peralatannya dari brankas. Lalu menuju Han Sung.
''Ratu penyihir bangkit kembali. Dan ini salah kalian! Kau lihat simbol itu, bercahaya walaupun aku sudah membunuh di pengutuk. Namun itu terlambat. Mereka memantrainya bersamaan.'' desisnya lalu beranjak pergi.
''Kyu-ssi, izinkan aku ikut,''
''Tidak!'' tolak Kyuhyun tegas.
''Kyu, kau mengatakan akan menjagaku. Itu berlaku jika aku bersamamu,''
''Sekarang aku tidak abadi Tiffany-ssi. Aku tidak bisa lagi menjagamu!''
''Aku tak peduli. Aku akan ikut. Kau tahu, seorang penyihir mungkin bisa memburu penyihir,'' ucap Tiffany sambil tersenyum.
Kyuhyun mengalah lalu pergi diikuti Tiffany dan Han Sung.

''Kita akan kemana?'' tanya Tiffany.
''Menghancurkan manteranya. Ratu menggunakan para penyihir, melalu pikiran mereka untuk memantrai simbol itu. Membangkitkan wabah itu kembali.'' terang Kyuhyun.
''Bagaimana caranya?'' tanya Han Sung.

''Pohon wabah!'' Kyuhyun melajukan mobilnya menuju ke kantor dewan.
Kantor dewan tampak berantakkan. Mereka menuju bawah tanah. Tempat tahanan di kurung. Kyuhyun melirik sekilas melihat Song Rii tewas.

''Ratu melakukannya dengan cepat. Sialan. Kita harus bergegas. Semua karena dewan, mengumpulkan tahanan menjadi sebuah sekte untuk membaca mantera. Mantera yang tak cukup kuat dirapal seorang saja,'' ucap Kyuhyun.

Kyuhyun memasuki lorong bawah tanah. Melangkah hati-hati dalam gelap dan genangan air. Han Sung menyenteri dari belakang.
Kyuhyun berhenti disebuah dinding.
''Apa yang akan kau lakukan Kyu?''
''Mereka terhubung seperti rantai. Aku harus memisahkan salah satunya agar mantera itu tak sempurna. Sambungan mereka merupakan titik lemah,''

TRANG! TRANG!

Kyuhyun memukul tembok dengan pedangnya hingga retak. Lalu memasukkan tangannya dan menarik seseorang keluar.

BRAK

Kyuhyun mengeluarkan seorang tahanan, ternyata Wu Yifan. Wu Yifan tak bergerak. Matanya memandang kosong sementara mulutnya merapal mantera.

''Biar aku yang melakukannya,'' pinta Han Sung sambil menodongkan pistolnya ke arah Wu Yifan.
''Tidak itu percuma,'' larang Kyuhyun.
''Kau hanya membunuh tubuhnya bukan pikirannya,''
''Kita harus menghancurkan pikirannya,'' ucap Tiffany. Kyuhyun memandangnya.
''Aku akan melakukannya,'' lanjut Tiffany.
Tiffany lalu berjongkok didekat Wu Yifan, menyentuh dadanya.
''Kau berjanji akan terus disini kan?'' pintanya pada Kyuhyun penuh harap. Kyuhyun menatapnya datar.
''Kau harus membunuh Ratu sendiri,'' lirih Tiffany.
''Berhati-hatilah,'' ujar Kyuhyun.
Tiffany memfokuskan pikirannya lalu terdiam.

Terdengar bunyi gauman.
''Sialan, sentinel bangkit. Takkan berhenti sebelum tahanan masuk kembali ke sel. Aku akan mengurusnya. Kau tetap disini,'' perintahnya pada Han Sung.
Han Sung mengangguk lalu memegang pistolnya waspada. Kyuhyun segera berlari menuju monster yang menjaga tahanan yang di kendalikan chip yang bangkit. Han Sung mengikutinya dengan pandangan yang cemas.

TBC

The Last Hunter Part 7 | Fantasy FanFiction

''Lalu jelaskan padaku!'' bentak Kyuhyun.
''Aku tak tahu. Sungmin tak mengatakan apapun. Tanah itu aku hanya mengambilnya sedikit untukku, ia memiliki banyak tanah itu,'' ujar Mii Rii gugup.
Kyuhyun kemudian meletakkan kristal itu di gelas atas meja.
''Terima kasih atas minumannya,'' ujar Kyu lalu mengajak Tiffany pergi.
Mii Rii segera mengambil kristalnya, tapi Tiffany bergerak lebih cepat. Tiffany mengambil kristal itu.
''Kau tahu, apa yang ku suka dari toko barang bekas? Mereka tampak baru padahal dalamnya tetaplah tua,'' sindir Tiffany lalu menjatuhkan kristal itu. Menginjaknya hingga berkeping-keping.
''Andwe!!!'' tahan Mii Rii. Ia berusaha meraup kristalnya. Seketika ia melihat tangannya dan wajahnya meleleh menjadi wanita yang sangat tua dan keriput.
''Jalang!!'' teriaknya marah.
*

''Kyu-ssi, sekarang kau tahu aku seperti apa. Apa kau tidak apa-apa? Aku melihat semuanya,'' ucap Tiffany hati-hati.
''Gwenchana. Aku masih membutuhkan kekuatanmu,''
''Apa maksudmu? Melakukan hal seperti itu? Tidak!'' tolak Tiffany.
''Aku tak mau menyakiti seseorang lagi. Aku mempunyai seorang kakak. Ia memaksaku melakukan hal seperti itu, tapi aku merusak mimpinya. Aku takut, karena itu aku pergi ke Seoul ini,'' tutur Tiffany getir.
''Tch. Ikutlah denganku,''
Kyuhyun mengajak Tiffany menuju ke sebuah gereja kecil. Kyuhyun menunjukkan gambar-gambar di dinding.
''Ini sejarah kalian, penyihir,'' terang Kyuhyun.
''Itu kau? Setidaknya mereka menggambarkan matamu dengan benar,'' ucap Tiffany saat melihat gambar seorang pria menusuk seorang wanita dengan pedang. Kyuhyun terkekeh mendengarnya.
''Ini pembunuh bayaran ratu. Penembus mimpi. Membalikkan mimpi manis menjadi buruk. Mereka tak pernah tahu satu hal,'' terang Kyu sambil menunjuk sekelompok orang dalam gambar lalu menatap Tiffany.
''Mereka tidak membutuhkan obat ingatan!''
''Kyu-ssi, aku tidak bisa. Aku akan melihat segalanya. Aku takut merusaknya,''
''Percayalah padaku Tiffany-ssi,''
*

Kyuhyun kembali ke masa lalunya. Masa bahagianya saat bersama istri dan anaknya sebelum meninggal terkena wabah penyakit yang dibuat Ratu penyihir. Kyuhyun kembali bersama Tiffany.
Tiffany mengenggam tangan Kyuhyun. Menuju saat Kyuhyun membunuh sang ratu.
Kyuhyun tampak sudah terbakar, bersama Ratu yang sudah menjadi abu.
''Apa yang perlu ku lihat?'' tanya Kyuhyun
Sekelompok pria masa lalu mendekati tubuhnya. Seorang pria mencabut pedangnya dari abu sang ratu. Mengeluarkan sebuah jantung yang berdenyut.
Tiba-tiba tubuh Kyuhyun yang terbakar bergerak mengerang. Beberapa orang terkejut mengeluarkan pedangnya.
''Jangan, dia masih hidup!'' cegah orang yang memegang jantung Ratu. Ia menusuk jantung itu dengan pedang. Kyuhyun mengerang kesakitan. Orang itu memperhatikannya, tanpa sepengetahuan yang lain ia menyelipkan jantung itu ke jubahnya.
''Andwe. Dia menyimpannya,'' ujar Kyuhyun di masa sekarang.
''Siapa dia?''
Tiffany menarik tangan Kyuhyun. Mereka kembali ke masa sekarang.
''Siapa dia Kyu?''
''Dia leluhur Han Sung. Mereka menjadi asistenku. Turun temurun, menulis sejarah tentangku. Cucunya mati terbunuh, sekelompok penyihir menyerangnya. Ayah Han Sung. Karena itu aku merawatnya hingga ia menjadi asistenku dan menua. Mereka membohongiku!'' ucap Kyuhyun datar.
''Kyu, siapa nama mereka? Mereka cantik,'' tanya Tiffany lagi. Kyuhyun tertegun.
''Na Young, Shin Hye. Sudah lama aku tidak menyebut nama mereka dengan keras,'' ucap Kyuhyun.
*

Kyuhyun kembali ke apartmennya.
''Kyu-aa, aku menemukan pria itu. Membawa tanah dalam jumlah yang banyak menuju Seoraksan,'' terang Han Sung saat melihat Kyuhyun kembali.
Kyuhyun mencengkram kerah baju Han Sung.
''Kau membohongiku. Kau dan dewan menipuku!'' geram Kyuhyun.
''A..apa maksudmu Kyu-aa?''
''Kalian tak pernah mengatakan jantung itu masih ada. Dan aku hidup karena itu. Kalian menipuku!'' teriak Kyuhyun marah.
Tiffany berusaha melerai mereka.
''Kakek buyutku melakukan itu agar kau tetap hidup Kyu-aa! Agar kau dapat membantu kami,'' jelas Han Sung.
''Persetan dengan segalanya. Sekarang aku mengerti, kalian membuat mereka berusaha membangkitkan ratu kembali. Dimana jantung itu? Bahkan bulan purnama sudah mulai terlihat. Kau mengecewakanku!'' sentak Kyuhyun.
''Aku tidak tahu Kyu. Beberapa hari lalu, seseorang mencurinya,'' jawab Han Sung lemah.
Kyuhyun mendesah lalu membuka brankasnya. Mengeluarkan sepucuk pistol.

''Kyu, aku ikut.''
''Andwe. Kau tetap disini,''
''Kyu-ssi? Ini bukan dirimu,''
''Kau salah. Inilah diriku. Jangan membantahku! Orang-orang terdekatku bahkan mengkhianatiku. Apa aku bisa mempercayaimu?'' tanya Kyu gusar.
''Kau bisa mempercayaiku Kyu-ssi,'' lembut Tiffany.
''Tidak. Kau tunggu disini. Aku akan menghabisi semuanya sendiri,'' tolak Kyuhyun tak mau di bantah.
Tiffany menyerah kesal. Ia memandangi Kyuhyun yang segera pergi dengan marah.
''Eotokhe?'' tanyanya pada Han Sung.
''Ia akan kembali, tenanglah,'' ucap Han Sung walau ia pun ragu

TBC

The Last Hunter Part 6 | Fantasy FanFiction

''Ehm.. Okey. Kita membutuhkan tanaman Snowdear lagi untuk membuat ramuan itu. Aku akan menghubungi Min Ah. Dia memiliki banyak tanaman itu,'' putus Tiffany akhirnya.
Ia mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Min Ah.
*

''Kau tahu. Sedari awal aku tahu itu kau. Semua penyihir takut kepadamu. Aku hanya mencoba bertahan di tokoku. Aku mengerti sihir tak boleh di gunakan kepada manusia. Karena itu aku tak merasa bersalah,'' tutur Tiffany.
''Kita sampai. Ku mohon jangan membuat gerakan tiba-tiba, tatapan mata atau apapun. Mereka menganggapmu monster jadi mengertilah,'' lanjutnya sambil membuka sebuah pintu kebun yang terlindung.

MEOW!!
Seekor kucing keluar begitu pintu terbuka. Tiffany terlonjak kaget, mudur membentur dada Kyuhyun. Segera ia bersikap biasa saja.
''Disini tanamannya. Oh tidak, yang ini belum mekar sempurna,''
Kyuhyun memperhatikan ponsel Tiffany yang ia letakkan di samping sebuah pot.
''Seberapa banyak grup penyihir yang kau ikuti? Black Shadow, Magic Rainbow. Tch kalian membicarakan aku?'' ejek Kyuhyun saat melihat sebuah pemberitahuan muncul di ponsel Tiffany.
''Kau tak mengerti kami Kyu-ssi. Begitupun kami tak mengertimu,'' ketus Tiffany mengambil ponselnya lalu berjalan ke deretan tanaman yang lain.
''Sial. Maksudku, seseorang mengambil semua tanaman disini Kyu,''
Kyuhyun mengacuhkan perkataan Tiffany. Ia memperhatikan jejak yang tercipta di tanah kebun beratap itu.
''Kyu-ssi!!'' panggil Tiffany.
''Kyu, apa yang..
''Tidak. Tidak ada,'' hadang Kyuhyun saat Tiffany mendekatinya.
''Ada apa Kyu?? Andwe.. Min Ah!! Min Ah!!'' teriak Tiffany histeris begitu mengetahui apa yang membuat Kyuhyun tak menggubrisnya.

Drrt Drrt
Ponsel Tiffany bergetar. Tiffany menggeser icon hijau di layar.
''Pemburu penyihir, kau terlambat. Sayang sekali. Ia mati seorang diri dengan kesakitan. Seperti kematianmu yang akan segera datang,''
Tiffany memandang Kyuhyun, lalu bergegas keluar dari tempat itu.
Tiffany menyenderkan kepalanya di tembok. Menangis lirih. Kyuhyun mendekatinya.
''Aku akan membalasnya. Kita sama-sama membencinya,''
''Kau berjanji akan membunuh siapapun itu?'' tanya Tiffany
Kyuhyun merengkuh Tiffany dalam pelukannya.
''Sekarang kita tak memliki Snowdear sedikitpun,'' lirih Tiffany.
''Aku tahu. Di satu tempat,''
*

Bar dengan musik berdentum. Kyuhyun memasuki tempat itu dengan santai diikuti Tiffany. Seorang pelayan mengantar mereka masuk ke dalam. Beberapa perempuan terlihat sedang berdandan. Tiffany memandang mereka dengan bingung. Tampak di kaca wajah mereka yang belum terlapisi make up sangat keriput dan tua. Namun saat mereka menatap Tiffany, wajah mereka tampak mulus dan kencang.
Tiffany mendekatkan dirinya pada Kyuhyun. Kyuhyun membuka pintu ruangan VVIP di bar itu.

''Tuan Cho, kau membuat malamku bertambah menyenangkan.'' ucap seorang wanita cantik di dalam ruangan itu.
''Senang bertemu denganmu kembali Mi Rii-ssi,'' tegur Kyuhyun.
''Dimana kau menemukan anak kecil ini? Di toko barang bekas?'' ejek Mi Rii menatap Tiffany.
Kyuhyun menahan Tiffany lalu mengajaknya duduk.
''Apakah begitu pentingnya ingatanmu Tuan Cho, memburu penyihirkah?''
''Kau tahu jawabannya,'' tegas Kyuhyun.
Mi Rii menjentikan jemarinya, menyuruh pelayannya membawakan tanaman yang Kyuhyun inginkan. Memberikannya pada Tiffany yang memperhatikan tanaman itu dengan teliti. Mi Rii menyulut rokoknya, menghembuskan asapnya ke wajah Kyuhyun.
''Kyu-ssi, ada yang aneh dengan tanaman ini,'' ujar Tiffany.
Kyuhyun tak mendengarnya. Kyuhyun menatap seorang wanita yang berada disisinya.
''Nikmati surgamu Cho Kyuhyun!'' bisik Mi Rii.
''Kyu..!!'' teriak Tiffany. Pelayan Mi Rii menarik tubuhnya agar tak menjangkau Kyuhyun.

Kyuhyun memeluk wanita di hadapannya. Masa lalunya. Semuanya berpendar dengan indah.
''Ini tidak nyata Kyu-ssi. Ku mohon kembalilah,'' samar terdengar suara.
Kyuhyun berbaring di padang rumput, memperhatikan istri dan anaknya dengan tersenyum bahagia. Tiba-tiba Tiffany muncul.
''Kyuhyun-ssi, ku mohon kembalilah sebelum kita berdua mati!'' teriak Tiffany berusaha menyadarkan Kyuhyun.

Kyuhyun mengacuhkannya, istrinya memandangnya sambil tersenyum lalu menggandeng putri mereka menjauh. Tiffany menghadang Kyuhyun.
''Kumohon, sadarlah. Ini tidak nyata,'' Tiffany mencengkram Kyuhyun.
''KYUHYUN!!!'' teriak Tiffany. Lalu semuanya menggelap.
*

''Kita masukkan dia ke bagasi, lalu membuangnya,''
''Kita akan terkenal sebagai pembunuh sang pemburu. Hahaha,''
Kyuhyun membuka matanya, dua orang pria menggotongnya. Kyuhyun memutar tangannya, membanting kedua pria itu. Merebut sebuah pisau lalu melemparkannya ke seorang pelayan wanita yang memegangi Tiffany. Tiffany memandangnya dengan bahagia. Pria yang memegangi Kyuhyun segera keluar diikuti pelayan wanita.

Kyuhyun mendekati Mii Rii, merebut kalung yang dikenakannya. Mengeluarkan sebuah kristal.
''Katakan apa yang Sungmin tidak inginkan aku ketahui dari ingatanku!'' bentak Kyuhyun sambil meremas kristal kecil itu.
''Tidak! Ku mohon jangan lakukan,'' ucap Mii Rii.

TBC

The Last Hunter Part 5 | Fantasy FanFiction

''Ugh!'' Kyuhyun memandang seseorang di hadapannya dengan samar. Pandangannya mengabur. Sesaat baru ia mendapatkan pandangannya dengan jelas.
''Hahaha, terlalu cepat untuk kembali ke masa lalu, Cho Kyuhyun!''
''Brengsek kau!'' teriak Kyuhyun. Kyuhyun mencoba bangkit, tapi sial, tangannya terborgol di lantai.
BUGH
Pria yang berdiri di hadapan Kyuhyun meninju wajahnya.
''Terikat? Kau tahu. Aku takkan membiarkanmu kembali!'' ejek pria itu.

Kyuhyun menggeram marah. Dengan sekuat tenaga ia menarik tangannya agar lepas dari borgol. Sedikit demi sedikit ia berhasil melepaskan tangannya walaupun tangannya harus terluka.
Lepas. Tangan Kyuhyun tampak tak berbentuk. Kyuhyun menggeremetakkan jemarinya. Perlahan tangannya kembali ke semula. Pria di hadapannya memandang dengan waspada.

BUGH! BRAK!!
Kyuhyun meninju lalu melemparkan pria itu ke lemari ramuan. Pria itu bangkit lalu membalas Kyuhyun. Bibir Kyuhyun tampak berdarah namun segera kembali ke semula.
Dengan cepat pria itu merangsek menerjang Kyuhyun melemparkannya di dinding.
Kyuhyun berusaha bangkit. Namun pria di hadapannya segera merapal mantera.

Sementara Tiffany bersembunyi memandang mereka dengan ketakutan. Saat pria itu merapal manteranya, Tiffany bergegas mengambil beberapa ramuannya ketika melihat Kyuhyun mulai terhipnotis mantera.

Kyuhyun terkulai, seketika ia merasa berada di tempat yang mengerikan. Pria yang menyerangnya segera membakar tempat itu. Tiffany menyerbu mendekati Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sosok yang mendekatinya dengan ketakutan. Seorang wanita dengan wajah yang mengerikan. Kyuhyun mencekik sosok di hadapannya.

Tiffany berusaha melepaskan cengkraman Kyu. Ia tahu Kyuhyun sedang di bawah kendali mantera.
''Hi..rup i..ni,'' ujar Tiffany terbata-bata sambil meniupkan bubuk ramuan ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun mengerjab sadar. Ia melepaskan cekikannya pada Tiffany. Sementara pria yang menyerangnya menghancurkan ruangan itu dan membakarnya. Melihat Kyuhyun tersadar, ia bergegas pergi menggunakan teleportasinya. Kyuhyun berusaha meraihnya namun terlambat, Kyuhyun hanya mendapatkan potongan dari mantelnya.
*

Tiffany memandangi tokonya yang dilalap api dengan nanar.
''Mianhae,'' sesal Kyuhyun.
''Kau menghancurkannya. Kau merusak satu-satunya milikku. Aku membencimu!'' teriak Tiffany marah.
''Aku hanya..
''Pergilah. Menjauhlah dari hadapanku!'' ujar Tiffany lalu pergi sambil menangis.
Kyuhyun menatapnya dengan menyesal.
*

Tiffany memasuki flatnya dengan sisa tangisnya. Ia mengelap air matanya lalu segera membuka kulkas, mengambil air minum.
Tiba-tiba sebuah bayangan melintas.
Tiffany membalikkan badannya.

BYAR.
Lampu di flatnya tiba-tiba meledak. Tiffany mundur, mengambil pisau, lalu membiarkan kulkas terbuka.
Tiffany membelalakkan matanya. Dari lantai flat muncul akar-akar yang menyambar dan melilit kakinya. Tiffany berteriak ketakutan.
Akar itu menyeretnya masuk ke dalam lantai.
''Tolong!!!'' pekik Tiffany.

Di bawah terdapat akar mengerikan yang lebih besar menggeliat siap menyambut tubuh Tiffany. Tiffany memejamkan matanya.

''Pegang tanganku!''
Samar-samar Tiffany mendengar suara seseorang sebelum semuanya menggelap.
*

Tiffany mengerjabkan matanya saat ia tersadar. Ini bukan di kamar flatnya.
''Kau sudah sadar?''
''Aku dimana?'' tanya Tiffany.
''Kau di apartmenku. Kau aman disini,'' ujar Kyuhyun.
''Apa.. Apa yang terjadi padaku?''
''Pria yang sama di tokomu,'' jawab Kyuhyun.
''Pria itu, pria yang sama saat membeli akar Paksi di tokoku. Ya benar. Itu dia,'' ucap Tiffany
''Sungmin,'' desis Kyuhyun.
''Kau mengenalnya Kyu-aa?'' sambung Han Sung yang tiba-tiba muncul membawa segelas air dan menyerahkannya pada Tiffany.
''Hm. Pria yang sama. Han Sung ahjussi bisakah kau mencari tahu tentang benda ini? Tanah kuburan,'' jelas Kyuhyun pada Han Sung sambil menyerahkan potongan mantel yang berhasil ia dapatkan.
''Tentu Kyu-aa,'' jawab Han Sung lalu mengundurkan diri.
''Siapa dia?'' tanya Tiffany
''Lee Han Sung, asistenku,''
''Kau mempekerjakan pria tua sebagai asisten?'' tanya Tiffany tak percaya.
''Tak setua yang kau kira nona. Umurku bahkan lebih dari 1000 tahun nona,'' sinis Kyuhyun.
''Mwo??? 1000 tahun?!''
''Kau tak percaya? Apakah karena wajahku yang tampan ini?'' gurau Kyuhyun.

''Apa itu benar?''
''Tch. Apa kau tak pernah mendengar cerita tentangku? Kau tak pernah mendapatkan pelajaran di sekolahkah?'' gerutu Kyuhyun.

''Kyu-aa. Aku menemukannya.'' teriak Han Sung memotong mereka.
Kyuhyun beranjak di ikuti Tiffany mendekatinya. Han Sung duduk di sudut apartmen Kyuhyun dengan berbagai layar dan komputer di hadapannya.
''Inikah orangnya Kyu-aa?''

''Ne. Kita harus bergerak cepat. Tiffany-ssi, aku membutuhkan bantuanmu lagi!'' tegas Kyuhyun.
''Molla. Nanti malah aku yang terbunuh. Aku tak mau berurusan dengan pemburu sepertimu. Kau tahu aku juga memiliki darah penyihir,'' tolak Tiffany.
''Aku tahu. Aku akan menjagamu. Percayalah,''

TBC